REKAMJEJAKPOST.COM JAKARTA – Masyarakat tampaknya harus mengatur ulang strategi pengeluaran dapur menjelang akhir pekan ini. Pergerakan bertolak belakang terjadi di pasar tradisional, di mana mayoritas kebutuhan pokok utama mengalami lonjakan signifikan, sementara beberapa komoditas lainnya justru merosot tajam.
Fluktuasi banderol bahan makanan tersebut terekam secara nasional melalui pemantauan sistem perbankan.
“Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) oleh Bank Indonesia pukul 9.00 WIB, harga bawang merah naik 3,13 persen menjadi Rp46.100 per kg,” rilis laporan tersebut, Minggu (29/3/2026).
Tren positif ini turut menarik bawang putih yang naik tipis 0,12 persen ke level Rp40.250 per kg, jelasnya.
Lompatan harga secara merata menyapu seluruh varian beras yang ada di pasaran. Beras kualitas bawah I terkerek 0,34 persen menjadi Rp14.550 per kg, menyusul tipe bawah II di angka Rp14.500. Golongan medium I dan II masing-masing menembus Rp16.050 serta Rp15.900. Kelas premium pun tidak luput, varian super I bertengger di Rp17.250 sementara tipe super II mencapai Rp16.800 per kg, urainya.
Kondisi serupa terjadi pada sektor pemanis dan penggorengan. Gula pasir kualitas premium kini ditawarkan senilai Rp20.050 per kg, berdampingan dengan versi lokal di harga Rp18.850. Minyak goreng curah terpantau merangkak ke level Rp19.800 per liter. Produk kemasan bermerek I dan II ikut naik menjadi Rp22.950 serta Rp21.900. Tambahan beban juga datang dari daging ayam ras segar yang menguat ke Rp43.550 per kg dan cabai rawit hijau di angka Rp60.650, paparnya.
Di tengah kepungan kenaikan sembako, angin segar justru berembus dari kelompok daging sapi, telur, dan beberapa jenis bumbu pedas. Daging sapi kualitas I turun 1 persen menjadi Rp149.200 per kg, diikuti kualitas II yang susut ke Rp140.900. Telur ayam ras segar sedikit melandai ke Rp33.600 per kg. Penurunan paling drastis dialami cabai rawit merah yang anjlok 9,53 persen menjadi Rp84.500. Varian cabai merah besar dan keriting turut turun tajam ke nominal Rp52.000 serta Rp51.100 per kg, tambahnya.












