Utusan Buruh SHI dan GTJ Bersama Mahasiswa HMI , Sambangi Pemko Pekanbaru

90
Share artikel ini

PEKANBARU , REKAM JEJAK POST.COM — .Raut wajah lesu tergoreskan diwajah utusan dari ratusan buruh PT Samhana Indah (SHI ) dan PT Godang Tua Jaya ( GTJ ) kembali untuk yang kedua kalinya mereka mencari jalan kebenaran atas sebuah keputusan yang diambil Pemko Pekanbaru dan Kadis DLHK Pekanbaru .

Kamis 7/01/2021 sekitar pukul 11:00 wib , utusan Buruh SHI dan GTJ dan Didampinggi mahasiswa HMI ( Himpunan Mahasiswa Islam ) menyambangi kantor walikota Pekanbaru yang berada di jalan Badak Temayan Raya . Dihalaman kantor Wako , petugas keamanan dari Polresta Pekanbaru serta dari Polsek Tenayan dan Satpol PP Pekanbaru sudah menanti kehadiran utusan buruh SHI dan GTJ serta mahasiswa HMI .

Dari kesepakatan , utusan SHI dan GTJ bersama mahasiswa HMI langsung diarahkan untuk masuk ke gedung kantor Wako menuju gedung rapat Wako .

Usai melakukan perundingan , Heri salah satu buruh SHI yang sudah bekerja kurang lebih 30 tahun bekerja mengisahkan
” Dari hasil perundingan mereka diterima salah satu Asisten , yang dihadiri utusan Polresta Pekanbaru dan Kapolsek Tenayan Raya .
” Buruh merasa kecewa terhadap walikota Pekanbaru , dimana mereka melihat dilokasi parkir depan gedung terparkir mobil walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT , namun walikota mengutus salah satu Asisten menemui utusan buruh dan mahasiswa terkesan tidak mau ketemu buruh dan mahasiswa HMI .
” Dalam perundingan utusan buruh berharap agar Pemko Pekanbaru ( walikota ) dapat meninjau kembali atas kebijakan yang dilakukan kepala dinas DLHK Pekanbaru terkait PHK sepihak terhadap ratusan buruh .
” Hery juga mengisahkan , awalnya ia dan rekan-rekannya yang lain selama ini bekerja di dinas DLHK Pekanbaru , namun dengan terjadinya kontrak kerjasama Pemko Pekanbaru terhadap pihak ke tiga ( perusahaan ) maka atas saran dinas DLHK mereka dihimbau bergabung ke perusahaan tersebut .
” Hery dan ratusan rekan- rekannya berharap , pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Pemko Pekanbaru terhadap PT SHI dan PT GTJ ,tadinya buruh berharap mereka dapat diterima dinas DLHK kembali .
Hery dan ratusan buruh lainnya berharap agar Pemko Pekanbaru ( walikota ) dapat mempekerjakan mereka kembali seperti sedia kala .

Hal senada juga disampaikan Tommy Pradana .R , diakuinya mahasiswa HMI merasa terpanggil melihat nasib ratusan buruh dari dua perusahaan tersebut , dalam situasi keberadaan keterpurukan ekonomi selama wabah covid19 berlangsung , ekonomi masyarakat selama ini banyak mengalami kemerosan yang sangat signifikan turun drastis .
Namun disaat keterpurukan tersebut melanda , Pemko Pekanbaru dan Dinas DLHK begitu tega untuk melakukan pemutusan kontrak kerja sama .

” Pertemuan yang sudah berlangsung sangat kita kecewakan , awalnya kita berpikiran bapak walikota yang menyambut kehadiran kita diruang pertemuan , namun apa yang kita harapkan sungguh sangat mengecewakan , kita hanya di pertemukan kepada pejabat yang tidak memiliki kewenangan untuk membuat suatu keputusan .
” Dari kekecewaan hari ini , kami dari mahasiswa HMI akan tetap mengawal kasus ini sampai tuntas , dan kita akan mencoba datang kembali untuk Minggu depan . Namun jika Minggu depan kehadiran kita tidak diterima walikota Pekanbaru , maka kami pastikan mahasiswa HMI akan menurunkan massa aksi yang ramai untuk turun kejalan meminta pertanggungjawaban walikota Pekanbaru , ucap Tommy .

Tommy juga menyampaikan , tadi nya kita sudah menyiapkan materi aksi kita , serta poin-poin harapan ratusan buruh kepada walikota Pekanbaru , namun situasinya berubah , kehadiran kita langsung diajak untuk bernegosiasi namun hasilnya Nihil ..nol sama sekali . Diakhir penyampaiannya Tommy berharap agar walikota Pekanbaru untuk sedikit memberikan waktunya dan mau mencari solusi bagi ratusan buruh yang terkena PHK , tegasnya

Liputan Sabam Tanjung .

Print Friendly, PDF & Email

Share artikel ini