REKAMJEJAKPOST.COM PADANG – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade hadir dalam diskusi publik bertajuk “Menguliti Narasi Keberhasilan Pemerintah Pusat di Tengah Krisis Daerah” yang digelar BEM KM Unand pada Kamis (9/4/2026). Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pemaparan program, melainkan ruang konfrontasi gagasan antara kebijakan strategis Jakarta dengan kegelisahan mahasiswa di ranah Minang. Diskusi ini mulanya dilakukan sebagai respons Andre Rosiade pada posting-an akun media sosial @bemkmunand yang mengkritik presiden.
Melihat respons Andre, BEM Unand mengundang wakil rakyat asal Sumatera Barat itu untuk berdiskusi secara langsung. Dalam diskusi ini, terlihat ratusan mahasiswa Unand dan kampus lainnya di Kota Padang turut hadir untuk menyaksikan.
Dalam diskusi ini, terlihat ratusan mahasiswa Unand dan kampus lainnya di Kota Padang turut hadir untuk menyaksikan.
Bahkan, ruang PKM Unand yang disediakan tidak mampu menampung para mahasiswa yang hadir. Para mahasiswa ini sangat antusias untuk berdiskusi bermodalkan data dan tanda tanya atas kebijakan pemerintah pusat sejauh ini. Andre, yang juga merupakan mantan Presiden Mahasiswa, tampak tenang saat “dikeroyok” dengan kritik mengenai prioritas anggaran pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi sorotan publik.
Perdebatan memuncak ketika seorang mahasiswa melontarkan kritik keras terhadap alokasi anggaran MBG yang dinilai membengkak. Menurut mahasiswa tersebut, anggaran MBG seharusnya bisa dialokasikan untuk memperluas subsidi pendidikan dan mempermudah akses bagi kalangan tidak mampu. Merespons hal itu, Andre Rosiade menyodorkan data sebagai kontra-narasi.
Ia menekankan bahwa MBG bukan sekadar program populis, melainkan kebutuhan mendesak bagi Sumatera Barat. Ia memaparkan bahwa angka stunting di Sumatera Barat pada 2024 mencapai 24 persen, jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 19 persen. “Sumatera Barat ini provinsinya memiliki tingkat stunting lebih tinggi dari Indonesia secara nasional. Orangtua sangat menyambut baik program ini karena selain membantu gizi anak, MBG secara nyata mengurangi beban ekonomi rumah tangga dan kerepotan ibu-ibu
menyiapkan sarapan,” ujar Andre di hadapan ratusan mahasiswa.
Politikus Gerindra ini membedah struktur ekonomi di balik piring makanan tersebut.












