Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON 2024, Ini Kata Dispora

8
Share artikel ini

REKAMJEJAKPOST.COM PEKANBARU – Ratusan atlet dan pelatih peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 asal Riau masih menanti pelunasan bonus yang dijanjikan pemerintah provinsi. Kekecewaan mulai mencuat akibat ketidakjelasan jadwal pencairan, sementara pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau berdalih kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan untuk melakukan pembayaran.

Pelatih senam Riau, Ahmad Markos, mengaku sangat kecewa karena bonus tersebut belum sepenuhnya diterima hingga saat ini. Keterlambatan pencairan ini dinilai berdampak buruk terhadap motivasi para pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama daerah.

 

 

“Ini sangat menyakitkan bagi kami. Atlet dan pelatih sudah berjuang untuk Riau, tapi seolah diabaikan,” ungkap Markos saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Ia mendesak agar pemerintah segera memberikan kepastian jadwal pencairan alih-alih membiarkan para atlet menunggu tanpa kejelasan. Jika dana sebenarnya sudah tersedia namun sengaja ditahan, pihaknya bahkan mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah kementerian.

 

 

“Kalau memang ada, ya disampaikan jelas kapan dibayarkan. Jangan menggantung seperti ini. Kalau memang dananya sudah ada tapi belum dibagikan, kami akan mencoba menyampaikan ke Kementerian Keuangan. Kami hanya ingin kepastian dan kejelasan,” tegasnya.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau, Yurnalis Basri, memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban pembayaran bonus PON. Ia menyebutkan, alokasi dana sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau Tahun Anggaran 2026.

“Pada prinsipnya, pemerintah punya niat baik. Anggaran itu sudah disiapkan di 2026 sekitar Rp28 miliar, termasuk sisa yang belum dibayarkan,” urai Yurnalis saat ditemui di gedung DPRD Provinsi Riau, Senin sore.

Namun, ia mengakui kas daerah saat ini belum memadai untuk langsung merealisasikan pembayaran tersebut. Pihaknya masih menunggu ketersediaan dana dari sektor pendapatan daerah untuk menutupi kebutuhan pembayaran bonus atlet.

“Kondisi keuangan kita sekarang memang belum memungkinkan. Tapi waktu di 2026 masih panjang. Mudah-mudahan nanti dari sektor pendapatan ada yang bisa menutupi sehingga sisa bonus bisa dibayarkan. Kalau ditanya kapan, kami belum bisa memastikan,” paparnya.

Yurnalis juga menepis anggapan bahwa pemerintah mengabaikan nasib para atlet dan pelatih. Ia menyatakan selalu membuka pintu komunikasi dua arah untuk berdiskusi mencari solusi terbaik, serta terus berkoordinasi dengan gubernur dan perangkat daerah terkait.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah mencairkan bonus tahap pertama senilai total Rp10,33 miliar yang disalurkan kepada 256 atlet, pelatih, dan ofisial. Penyaluran dilakukan kepada 163 penerima senilai Rp8,18 miliar melalui Bank Riau Kepri Syariah, dan Rp2,15 miliar kepada 93 orang melalui bank lain.

Skema besaran bonus PON XXI yang dijanjikan bervariasi. Atlet peraih emas perorangan dijanjikan Rp129 juta, perak Rp64,5 juta, dan perunggu Rp32,25 juta. Sementara untuk pelatih, peraih emas mendapat Rp45 juta, perak Rp36 juta, dan perunggu Rp31,5 juta. Angka pencairan ini menyesuaikan untuk kategori ganda dan beregu.

Print Friendly, PDF & Email

Share artikel ini