REKAMJEJAKPOST.COM PEKANBARU – Persoalan banjir menahun di wilayah Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan Damai, semakin mengkhawatirkan hingga memakan korban jiwa. Merespons dampak fatal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru mendesak segera dilakukannya pembangunan drainase di sepanjang Jalan Soekarno Hatta melalui koordinasi lintas instansi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Bencana luapan air ini telah berdampak tragis pada keselamatan penduduk setempat. Seorang warga bernama Aryadi Garsidi dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus parit yang meluap usai hujan deras, Jumat (10/4/2026). Ketiadaan sistem pembuangan air yang layak di jalan raya dituding menjadi penyebab utama air bah menerjang permukiman.
“Karena itu jalan nasional, kewenangan bukan di Pemkot. Kita sudah beberapa kali menyampaikan melalui provinsi dan ke balai jalan untuk segera dianggarkan dan dibangun parit kiri kanan jalan,” urai Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, Senin (13/4/2026).
Tanpa adanya saluran air di Jalan Soekarno Hatta, seluruh debit air hujan mengalir deras secara langsung ke anak sungai yang membelah kawasan Sidomulyo. Kondisi ini membuat sungai tidak mampu menampung beban air, yang akhirnya tumpah dan merendam rumah-rumah warga di sekitarnya.
“Parit jalan tidak ada, sehingga airnya semua melimpah ke anak sungai yang melewati Sidomulyo itu. Solusinya harus dibuat drainase lagi, kiri kanan jalan harus ada drainase,” paparnya.
Pembangunan infrastruktur saluran air dari kawasan Pasar Pagi Arengka hingga Perumahan Sidomulyo dinilai sebagai langkah krusial untuk memecah volume air. Penanganan menyeluruh ini membutuhkan campur tangan pemerintah pusat agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
“Ini perlu kolaborasi. Kami mohon bantuan juga melalui gubernur supaya bisa diteruskan ke Kementerian PU untuk pembangunan drainase jalan ini,” tegasnya.












