Cukup Tekan Panic Button, Warga Pekanbaru Bisa Laporkan KDRT Hingga Jalan Rusak

11
Share artikel ini

REKAMJEJAKPOST.COM PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, resmi meluncurkan aplikasi Pekanbaru Aman yang menawarkan berbagai fitur unggulan untuk layanan darurat dan pengaduan masyarakat berbasis digital, Rabu (1/4/2026). Aplikasi yang terintegrasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 ini dirancang agar mudah diakses warga melalui telepon genggam untuk melaporkan berbagai kejadian di lingkungan mereka.

Sistem digital ini dilengkapi dengan fasilitas panic button yang berfungsi mengirimkan sinyal darurat secara instan. Laporan warga akan langsung tersambung dengan sistem keamanan hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat agar respons dapat dilakukan secara terkoordinasi.

 

 

“Ini layanan digital yang nempel di handphone kita. Masyarakat bisa langsung mengunduh aplikasi Pekanbaru Aman, di dalamnya ada fitur panic button,” sebut Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.

Fitur ini tidak sekadar menangani tindak kejahatan umum, melainkan juga merespons berbagai persoalan sosial yang rentan terjadi, salah satunya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kehadiran tombol darurat diharapkan mampu memberikan perlindungan cepat bagi korban yang sering kali kesulitan mencari pertolongan pertama di saat genting.

 

 

“Ada kondisi di mana korban KDRT kebingungan harus mengadu ke mana. Dengan aplikasi ini, cukup tekan panic button, laporan langsung masuk dan bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Selain penanganan kondisi darurat, aplikasi ini juga memuat menu pengaduan layanan publik. Warga bisa melaporkan berbagai kendala infrastruktur seperti jalan rusak, lampu penerangan jalan yang padam, hingga masalah ketertiban umum dan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru turut menyematkan fitur layanan konsultasi psikologi yang diberi nama pojok curhat. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan mental, terutama bagi kalangan generasi muda yang membutuhkan ruang aman untuk berbagi cerita mengenai persoalan pribadi.

“Tidak semua masalah itu fisik. Ada juga persoalan mental, anak-anak muda yang butuh tempat bercerita. Kita siapkan psikolog di dalam layanan ini,” paparnya.

Seluruh perangkat RT dan RW ke depannya ditargetkan terhubung langsung dengan sistem aplikasi ini menggunakan perangkat komunikasi khusus. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi informasi dan penanganan setiap laporan warga berjalan lebih cepat dan terarah.

 

Print Friendly, PDF & Email

Share artikel ini