Kisah Tukang Sapu Terobos Pengamanan demi Serahkan Surat ke Prabowo di Magelang

6
Share artikel ini

REKAMJEJAKPOST.COM MAGELANG, – Seorang warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, nekat menerobos barikade pengamanan untuk menyerahkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto, Kamis (9/4/2026).
Pria bernama Asep Harso Tarmungkas itu mendekat saat iring-iringan kendaraan Presiden melintas. Aksi tersebut sontak menarik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia berlari ke arah mobil Presiden sambil membawa amplop cokelat berisi surat dan dokumen pendukung. Setelah berada di sisi kendaraan, Asep memberi hormat lalu menyerahkan surat tersebut, yang kemudian diterima dan dimasukkan ke dalam mobil melalui sunroof.
Aksi tersebut sontak menarik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Lantas, apa yang melatarbelakangi Asep nekat memberikan surat langsung kepada Presiden?

Berharap Keadilan Atas Kredit Almarhum Istri Asep mengaku menulis sendiri surat yang ia serahkan kepada Presiden pada pagi hari sebelum kejadian.
“Surat itu saya tulis Kamis pagi, tulis tangan.Tidak terlalu banyak (panjang), intinya pengen dibantu oleh Presiden untuk menyelesaikan persoalan kredit almarumah istri saya di salah satu perbankan,” ungkapnya, dikutip dari Tribun Jogja, Jumat (10/4/2026). Ia mengatakan, persoalan tersebut bermula dari kredit usaha yang diajukan istrinya pada 2019. Saat itu, pihak bank menawarkan pinjaman untuk pengembangan usaha bengkel motor milik keluarganya. Menurut Asep, pinjaman sebesar Rp 500 juta tersebut awalnya berjalan lancar
Namun situasi berubah saat pandemi Covid-19 melanda, hingga akhirnya sang istri meninggal dunia pada Januari 2021

Klaim Asuransi Tak Tutup Kredit Asep menuturkan, kredit tersebut sebenarnya telah dilengkapi dengan asuransi. Ia beranggapan pinjaman itu seharusnya dianggap lunas setelah istrinya meninggal. Namun, menurutnya, pihak perbankan tetap menagih pembayaran dan bahkan mengenakan biaya administrasi.
“Jadi kami tadi menuliskan surat untuk Pak Prabowo, pada intinya menuntut keadilan dengan perbankan pemerintah yang tidak mau menyelesaikan perkara piutang almarhumah istri saya yang sudah lama dan terus dikenakan administrasi,” jelas Asep. Ia mengaku sudah berulang kali berupaya mencari solusi dengan pihak bank, tetapi belum membuahkan hasil.

Print Friendly, PDF & Email

Share artikel ini