REKAMJEJAKPOST.COM JAKARTA, – Mahalnya harga plastik membuat pelaku industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menaikkan harga produknya sejak pekan lalu. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Firman Sukirman, mengatakan produsen AMDK tidak memiliki pilihan lain karena harga plastik melonjak begitu tinggi. Plastik saat ini sedang menjadi barang langka dan mahal karena pasokan bahan baku dari Asia Barat terhenti imbas perang yang menutup Selat Hormuz.
“Bukan minggu ini, minggu kemarin juga sudah ada yang naik,” kata Firman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Firman menuturkan, kenaikan harga plastik tidak lagi berada di bawah 10 persen. Angka Inflasi Sumut Tertinggi Se-Indonesia, Warga Menjerit Dicekik Harga yang Melambung
Beberapa jenis plastik bahkan melonjak sampai 70 persen dari harga normal.
Kenaikan itu tidak lagi bisa ditanggung dan disiasati produsen AMDK dengan efisiensi di internal perusahaan. Mereka akhirnya harus menyesuaikan harga jual AMDK karena meningkatnya komponen biaya produksi. “(AMDK) di retail juga naik.
Di retail naik,” ujar Firman. Menurutnya, kenaikan harga AMDK itu berkisar Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per dus. Meski demikian, ia tidak menampik produsen akan menaikkan harga AMDK jika dalam waktu kedepan masalah plastik tidak terselesaikan.
“Ada yang naikin Rp 2.000, ada yang naikin Rp 3.000 per karton berarti per dus itu,” tutur Firman. Pengusaha itu menekankan, industri AMDK tidak hanya tertekan oleh kenaikan harga plastik.
Padahal, sebagian besar produk AMDK dikemas menggunakan plastik.












