REKAMJEJAKPOST.COM JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyentil ketergantungan Indonesia terhadap produk olahan luar negeri, padahal tanah air memiliki komoditas kopi dan cokelat dengan kualitas jempolan. Fenomena konsumsi merek global di tengah kekayaan alam lokal ini memicu pemerintah untuk mempercepat kebijakan hilirisasi besar-besaran.
Dalam diskusi terbuka di kediamannya, Kawasan Hambalang, Kepala Negara mempertanyakan mengapa masyarakat masih akrab dengan produk impor sementara bahan bakunya melimpah di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa industrialisasi adalah harga mati untuk mengubah nasib ekonomi bangsa.
“Kita punya kopi, cokelat terbaik, tetapi kita impor produk luar seperti Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita makan KitKat, Cadbury,” ujar Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI, Kamis (19/3/2026).
Presiden menekankan bahwa pemerintahannya kini fokus menerapkan konsep “pohon industri” pada seluruh komoditas strategis. Langkah ini mencakup sektor logam, mineral, hingga produk perkebunan seperti kelapa, kopi, dan cokelat guna menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda.
“Saya ingin hilirisasi. That’s the only way. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi produk turunan dengan nilai tambah,” tegasnya dalam forum Presiden Prabowo Menjawab.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah komoditas kelapa yang disebutnya sebagai miracle crop karena manfaat kesehatannya. Namun, hingga kini Indonesia dinilai masih minim pabrik pengolahan dan lebih banyak mengekspor kelapa dalam bentuk gelondongan. Begitu pula dengan bauksit yang seharusnya bisa diolah menjadi aluminium secara mandiri.
Prabowo mencontohkan negara seperti Jepang yang mampu menjadi raksasa otomotif dunia meski tidak memiliki sumber daya bauksit. Hal inilah yang memacu semangat pemerintah untuk segera mengeksekusi rencana pembangunan infrastruktur industri nasional.
“Kita harus membangun ratusan pabrik, itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah merencanakan ini, we have a plan actually,” ungkapnya.
Penerapan hilirisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas di pasar global, tetapi juga mengakhiri era Indonesia sebagai sekadar penyedia bahan mentah bagi industri negara lain.












