Rumah Terseret Arus, Warga Bantaran Sungai Subayang Diminta Waspada Banjir Susulan

7
Share artikel ini

REKAMJEJAKPOST.COM BANGKINANG – Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Kampar, Riau menyisakan kepiluan sekaligus peringatan keras bagi keselamatan masyarakat sekitar. Derasnya luapan Sungai Subayang tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menyeret sejumlah rumah warga yang berada di bantaran sungai, Rabu (1/4/2026).

Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu memicu arus deras yang menyapu delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Ratusan keluarga di Desa Aur Kuning, Tanjung Belit, Gema, Ludai, Kebun Tinggi, Koto Lama, Terusan, dan Subayang Jaya harus merasakan langsung dampak terjangan air bah tersebut. Bencana ini bahkan meluas ke Kecamatan Kampar Kiri, menggenangi Desa Kuntu, Padang Sawah, dan Teluk Paman.

 

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Riau, Edy Afrizal membenarkan adanya kerusakan material dan hilangnya tempat tinggal warga akibat amukan air tersebut. Meski sempat memporak-porandakan permukiman, kondisi air kini dilaporkan mulai menyusut.

“Akibat banjir bandang ini, terdapat rumah warga yang berada di tepian sungai terbawa arus. Namun, saat ini kondisi air dilaporkan sudah surut dan kembali berada di bawah bibir sungai,” jelas Edy saat memberikan keterangan di Pekanbaru.

 

 

Ancaman belum sepenuhnya berlalu bagi masyarakat yang bermukim di tepian sungai. Cuaca yang masih fluktuatif membawa potensi bahaya banjir susulan yang bisa mengancam keselamatan jiwa. Pemerintah setempat melalui BPBD terus memantau pergerakan air dan meminta warga agar tidak lengah terhadap kemungkinan datangnya hujan kiriman dari arah hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Azwan melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukita menekankan bahwa karakteristik banjir di wilayah Kampar Kiri Hulu memang tergolong cepat surut. Meski demikian, daya rusak arus yang begitu kuat menuntut kewaspadaan tingkat tinggi dari masyarakat, terutama mereka yang tinggal tepat di sepanjang daerah aliran sungai.

Saat ini, tim reaksi cepat masih disiagakan di lokasi terdampak untuk mendata kerugian material sekaligus memastikan keamanan warga sekitar. Koordinasi intensif terus berjalan guna menyalurkan bantuan logistik atau penambahan personel jika kondisi di lapangan kembali membahayakan masyarakat.

Print Friendly, PDF & Email

Share artikel ini