REKAMJEJAKPOST.COM PEKANBARU – Transisi energi terbarukan melalui pengembangan biodiesel B40 menuju B50 tengah digesa di Provinsi Riau. Pemanfaatan bahan baku lokal untuk menciptakan bahan bakar masa depan beserta mix biosolvent ini dinilai memiliki potensi raksasa untuk mendongkrak kemandirian energi dan nilai ekonomi daerah.
Lompatan teknologi energi komersial tersebut menjadi fokus utama peninjauan Anggota Komisi X DPR RI, Dr Karmila Sari, SKom MM, saat mendatangi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Riau Science Techno Park, Sabtu (4/4/2026). Kunjungan ini bertujuan mengukur kesiapan infrastruktur daerah dalam mengeksekusi riset terapan berskala nasional.
“UPT Riau Science Techno Park ini bukan sekadar fasilitas, tetapi motor penggerak kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Hasil riset harus bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” ujar Karmila.
Pengembangan B50 dan peracikan pelarut ramah lingkungan di Riau terbukti telah menunjukkan progres matang. Inovasi mix biosolvent yang diteliti oleh para pakar setempat bahkan sukses menyabet penghargaan sebagai inovasi provinsi terinovatif di tingkat nasional.
Meski mencetak prestasi mentereng, jalan panjang memproduksi B50 secara masif masih menemui rintangan. Kepala UPT Riau Science Techno Park, Dr Sopyan Hadi, MT, membeberkan bahwa ambisi besar tersebut terhambat oleh minimnya fasilitas laboratorium, keterbatasan peralatan pengujian, hingga kurangnya sokongan dana riset.
“Pengembangan riset membutuhkan dukungan serius, baik dari sisi infrastruktur maupun kebijakan. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat agar inovasi yang dihasilkan di Riau bisa berkembang dan dimanfaatkan lebih luas,” papar Sopyan.
Guna mengakselerasi penyempurnaan B50, optimalisasi ekosistem riset dan kemitraan industri mutlak dilakukan. Tim peneliti Riau saat ini tengah mematangkan persiapan pembentukan pusat kolaborasi riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus menjajaki implementasi mix biosolvent langsung dengan sektor migas.
Selain biodiesel dan bioetanol, pusat inovasi ini juga terus menguji berbagai purwarupa seperti baterai, motor listrik, pengolahan air, hingga optimalisasi sumur minyak. Keberhasilan hilirisasi seluruh produk ini nantinya diyakini mampu membuka keran lapangan kerja baru hingga memicu lahirnya startup teknologi dari putra daerah.
“Kalau kita ingin daerah maju, maka investasi di bidang riset dan teknologi adalah keharusan. Riau tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi nasional,” urai Karmila.












