REKAMJEJAKPOST.COM KLATEN, – Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus berupaya meningkatkan pendapatan desa melalui optimalisasi sumber daya alam (SDA).
Pendapatan tersebut dialokasikan untuk pembangunan desa sekaligus menyejahterakan masyarakat, salah satunya melalui pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi warga.
“Untuk pendapatan tahun ini (2025) Umbul Pelem Rp 5,1 miliar. Dibandingkan tahun 2024 ada kenaikan sekitar Rp 400 juta. Jadi yang kita bagikan pendapatan tahun 2025,” ujar Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, saat ditemui dalam acara pembagian THR warga di Desa Wunut, Kamis (5/3/2026).
Iwan menjelaskan bahwa pendapatan Desa Wunut paling besar berasal dari objek wisata Umbul Pelem yang setiap tahun menunjukkan tren peningkatan.
Atas capaian tersebut, pihaknya kini memasang target ambisius untuk meraih pendapatan sebesar Rp 10 miliar pada tahun ini.
Inovasi dan Pengembangan Objek Wisata Baru
Pihak Pemdes Wunut optimistis target tersebut dapat terpenuhi melalui berbagai inovasi pelayanan dan pengembangan objek wisata baru, yaitu Umbul Gede.
Objek wisata air ini baru saja dibuka untuk umum pada 10 Desember 2025 lalu untuk melengkapi keberadaan Umbul Pelem yang sudah populer lebih dulu.
“Karena banyak sekali wisata jadi kita bagaimana berinovasi, bagaimana pelayanan kita kepada pengunjung lebih baik. Kita penginnya pendapatan sampai Rp 10 miliar dengan adanya Umbul Gede ini,” ujar Iwan.
Hingga per 1 Maret 2026, Iwan mengungkapkan, pendapatan desa sudah menyentuh angka Rp 900 juta. Capaian ini dinilai positif mengingat pada bulan Februari aktivitas wisata sempat terpotong oleh masa awal bulan puasa.
Ekspansi Lahan Wisata Air
Saat ini, fokus pengembangan diarahkan pada Umbul Gede yang masih memiliki potensi perluasan area.
Pemdes Wunut berencana terus menambah fasilitas dan memperluas jangkauan wisata di atas lahan yang tersedia untuk menarik lebih banyak pengunjung.
“Umbul Gede masih berkembang terus. Karena lahan yang akan kita kembangkan sekitar 900 meter persegi sampai 1 hektar,” jelas Iwan.
Keberhasilan pengelolaan wisata air di Desa Wunut ini menjadi percontohan bagaimana desa mampu mandiri secara ekonomi.
Seluruh keuntungan yang didapat dikembalikan kepada warga dalam bentuk program-program kesejahteraan yang berdampak langsung.












