Warga Panipahan Mengamuk, KMPKS Desak Kapolri Copot Kapolda Riau

4
Share artikel ini

REKAMJEJAKPOST.COM PEKANBARU – Kericuhan yang meletus di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Insiden perusakan rumah yang diduga milik pengedar narkoba oleh warga ini menjadi potret nyata rasa frustrasi masyarakat terhadap maraknya peredaran barang haram tersebut.

Peristiwa anarkis itu dinilai sebagai puncak akumulasi kemarahan warga yang merasa aparat penegak hukum tutup mata. Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Peduli Kebijakan Sosial (KMPKS), Agung Maulana, Selasa (14/4/2026) menyoroti, kerusuhan ini sebagai bukti kegagalan institusi kepolisian dalam memberantas kejahatan luar biasa di wilayah tersebut.

“Situasi ini adalah bukti nyata bahwa negara kalah menghadapi peredaran narkoba di tingkat lokal. Masyarakat bergerak sendiri karena merasa tidak dilindungi,” ujar Agung.

Ia menilai aparat di tingkat daerah, terutama jajaran kepolisian, sangat lalai dan lamban merespons peredaran narkotika yang sudah lama mengakar. Merujuk amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, penindakan tegas merupakan mandat mutlak penegak hukum yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Kalau instrumen hukum sudah jelas, lalu praktik di lapangan justru sebaliknya, ini patut dipertanyakan. Ada apa dengan penegakan hukum di Riau?” tambahnya.

Organisasi mahasiswa ini secara terang-terangan mendesak Kapolda Riau, Herry Heryawan untuk segera turun ke Panipahan dan mengambil alih kendali keamanan serta penegakan hukum di lokasi perkara.

“Kapolda harus turun tangan, jangan hanya menerima laporan di meja. Kalau tidak mampu menyelesaikan persoalan ini, lebih baik mundur dari jabatan,” tegasnya.

Selain itu, Agung juga meminta Kapolri, Listyo Sigit Prabowo segera mengevaluasi kinerja seluruh jajaran di Riau. Pencopotan Kapolda dianggap sebagai langkah rasional yang harus dipertimbangkan jika institusi kepolisian terbukti gagal mengendalikan situasi dan memberantas mafia narkoba.

Sebagai bentuk keseriusan pengawalan kasus, KMPKS berencana mengerahkan massa dalam jumlah besar untuk menggelar demonstrasi di depan Markas Polda Riau. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian mengenai insiden di Panipahan maupun tuntutan tegas dari kelompok mahasiswa.

Print Friendly, PDF & Email

Share artikel ini